Sekapoor Sirih

Halo Lads,

Bukan, ini bukan blog yang isinya ngebahas India-indiaan, judul diatas bukan maksudnya ngikutin nama salah satu aktris India yang top banget dunia akhirat. Ini cuma blog yang isinya corat-coret mahasiswa yang kerjanya sembahyang mengaji, tapi jangan bikin diee sakit hati, ini dia sekali… (et dah malah nyanyi) Oke Skip.

Blog ini lahir setelah serangkaian malam gundah gulana penulis di penghujung semester kuliahnya, dimana selain ada di ambang batas niat buat kuliah, penulis juga ada di ambang batas masih dianggep anak atau bukan sama enyak babe nya, bukan.. penulis bukan mahasiswa yang seringkali ngulang mata kuliah semester lalu dengan alesan pendalaman (padahal mah nilainya kurang) maupun mahasiswa “Rebel” yang memberontak dengan sistem kuliah dan ngambil cuti semata-mata karena ngerasa bahwa mereka bukanlah robot yang bisa dilatih terus-menerus dari kecil sampe kuliah sekarang tanpa ngerasa lelah, orang-orang begini nih yang bikin penulis pengen neraktir makan di kampus yang makanannya ga enak-enak amat tapi murah ini, moga aja orangnya ga baca biar ga ditagih entar janjinya hehe..

Anyway, By the way, Busway (jokes lama banget nih, langsung keliatan umurnya) back to the topic hidayat,  judul diatas cuma permainan kata aja dari salah satu padanan kata yang bila disandingkan bersama akan membentuk satu kesatuan makna yang artinya pengantar (Berat Bos! Bangga gue bisa nulis kaya gini). So, yang penulis pengen adalah tulisan pertama ini bisa jadi pembuka yang manis buat perkenalan ke para pembaca sekalian yang budiman, mohon jangan galak-galak karena penulis bukan ahli bahasa, bukan pula ahli nujum dan sihir. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca sekalian, minimal melepas kerinduan bagi yang lagi rindu, bisa ngabisin waktu bagi yang sumpah demi apapun gabut, dan ngabisin kuota bagi yang kelebihan kuota (yang kelebihan kuota mending kasih gua!)

Dimana ada pembuka pasti ada penutup, dimana ada yang buka pasti ada yang lupa nutup (ga jelas bodo amat) sekian dari saya, salam hangat dari udara dan sampai jumpa.

28kuch-kuch-hota-hai

PS: Gegara judul, penulis jadi nonton lagi film “Kuch Kuch Hota Hai” yang dulu sempet ngehits zaman penulis masih bocah (iya pernah muda juga kok) barangkali barangtambah, entar filmnya dibahas juga di coretan selanjutnya.

To Be Continyut..

7 thoughts on “Sekapoor Sirih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s