Dari Sukasari Dengan Cinta Pt.1 (Semua Tentang Kiwil)

Peringatan: Tulisan ini membuat ngakak tidak berhenti, buang angin tidak terkontrol, dan buang waktu tidak terhitung, ingat anda sudah diperingatkan, resiko tanggung jawab sendiri jangan tanggung berdua karena ini bukan patungan duit beli koran sama kopi buat pengawas ujian, Waspadalah, Waspadalah!

Ehem.. oke tulisan kali ini terinspirasi dari cerita yang sangat fenomenal dunia akhirat dan begitu ingin saya share namun apa daya sepertinya himpitan dalam celana studi membuat saya mengurungkan niat untuk menulis.

Cerita kali ini mengisahkan tentang lika-liku kehidupan penulis nun jauh di desa antah berantah Sukasari, yang terletak diantara dua sujud di Banjarsari, Ciamis. Betul, ini adalah sebuah kisah tentang cinta, tentang perjuangan, tentang perang melawan kegabutan, ini adalah cerita tentang pengabdian seorang mahasiswa kepada negeri (katanya).Inilah cerita tentang “Kiwil Kuliah Nih” (Baca:KKN)

Kiwil (Nama Samaran kalo engga salah) itu sendiri merujuk pada seorang makhluk ajaib  mahasiswa sastra yang sebaya dengan penulis… namun entah mengapa penulis rasa dia ada pada tingkatan yang berbeda dengan penulis, beliau berada diatas, bagaikan padi ketemu dengan petani itulah yang penulis rasakan ketika bertemu beliau, dan Mas Kiwil memang seorang dewa mahasiswa yang patut kita kagumi.

20170116_170208_0025_3
Tampak Mas Kiwil dengan segala kesederhanaanya, rehat sejenak setelah setengah harian bekerja di ladang (Makan Liwet)

Di awal-awal masa bakti KKN, Mas Kiwil sangatlah mengagumkan, dari awal beliau bertutur kata sampai bertingkah laku yang entah mengapa begitu diidolakan oleh kaum akhwat yang ada di kelompok KKN kami, Mas Kiwil begitu panggilannya, memang betul seorang pria panutan yang menjadi idola bagi para wanita dan suri tauladan bagi para pria (sepertinya).

Mas Kiwil adalah seorang alphamale yang merupakan sosok pria dominan dalam kelompok kami, beliau diberkahi dengan kecerdasan dan kecakapan dalam bicara yang membuatnya begitu melekat dalam benak setiap wanita yang dijumpainya, beliau seringkali mengeluarkan kata-kata maut yang dapat menghipnotis telingan para wanita yang menjadi targetnya, dengan kemampuan seperti itu beliau bisa menjadi raja dunia namun beliau tetap rendah diri hati dan masih tetap bergaul dengan saya, makhluk yang kedudukannya lebih rendah.

Salah satu kegemaran beliau yang selalu saya ingat adalah menonton film, beliau begitu tergila-gila dengan menonton film (bukan gila beneran). Beliau pun selalu mengingatkan kita bahwa masa kecil itu penting tidak peduli kita sudah setua apa, contohnya saja beliau pernah mengingatkan kita akan memori nostalgia atas film “Spy Kids” dan mengutarakannya dengan celetukan sederhana,”Eh, kalian pernah nonton pelem Spy Kids ga ? Seru Lho…” ujarnya sembari bersuara sengau layaknya orang-orang prancis (Emang gitu suaranya).

Beliau pun seringkali mengingatkan kita dengan cara yang sederhana namun mengena, beliau cenderung mengorbankan diri sendiri demi kepenting banyak orang, contohnya saja saat kami baru saja pulang dari Alfa*art, kami bercengkrama dan saat itu kurang awas dengan keadaan sekitar, dan dengan gagahnya Mas Kiwil mengambil langkah maju dan akhirnya masuk terjelembab kedalam got, saat itu kami hanya menertawakan tingkahnya namun lama setelah kejadian itu berselang nampaknya penulis baru sadar, mungkin dia bermaksud untuk mengingatkan kami agar lebih fokus dalam berjalan dan lebih mengawasi lingkungan, cara dia mengingatkannya adalah dengan memberi contoh jatuh terjelembab tadi.

Mungkin tulisan ini adalah sebuah tutur kata yang palsu, mungkin pula sebuah omong kosong belaka karena memang jika ingin mendalami karakter semacam Mas Kiwil maka diperlukan sebuah studi yang mendalam dan mendelep  maka barulah kita dapat menarik sebuah keterangan dari tokoh luar biasa ini, mungkin lancang juga bagi penulis untuk sekedar mencoba menceritakan orang yang sangat inspirasional, eksepsional, binal ini. Namun penulis pun berharap tulisan ini dapat menjadi sekedar pengingat akan Mas Kiwil dan kenangan yang ditinggalkannya bagi kami, khususnya bagi saya, Selamat Tinggal Mas Kiwil, Do’a kami akan selalu menyertaimu..

-Dari Mahasiswa Bakti KKN, yang enggak berbakti-bakti amat

Advertisements
Posted in KKN

4 thoughts on “Dari Sukasari Dengan Cinta Pt.1 (Semua Tentang Kiwil)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s