It’s A Wonderful Life

Tempo hari saya dapet sms yang isinya kurang lebih menanyakan kalau saya ingin jadi aktor dan milih sebuah film maka film mana yang akan saya pilih dan alasannya kenapa. Otomatis, saya pun langsung browsing list film-film yang pernah saya tonton (which is lumayan banyak) dan butuh waktu sekitar dua jam untuk membalas sms orang tadi. Pilihan saya akhirnya jatuh pada film jadul yang umurnya sama dengan umur Indonesia merdeka.

518356GQPGL

It’s A Wonderful Life merupakan film lama yang menceritakan tentang keajaiban pada saat natal yang menimpa George Bailey, orang yang menurut saya memiliki segalanya dalam masa mudanya, dia tampan, cerdas, berbakat, dan yang paling penting adalah memiliki impian, saya pun percaya kalau di awal film dia memutuskan pergi dari daerah tempat tinggalnya yang lumayan “suram”, mungkin dia akan berakhir sebagai seorang jutawan di sisi lain Amerika saat itu.

George Muda memutuskan masa mudanya dengan bekerja di perusahaan mendiang Ayahnya yang mana dia berhasil memimpin perusahaan itu dan menjadi satu-satunya perusahaan yang selamat dari cengkeraman seorang konglomerat jahat di daerah tempat tinggalnya, awalnya George muda awalnya bekerja hanya untuk menyelamatkan perusahaan mendiang ayahnya namun takdir berkata lain, adiknya yang dia harapkan untuk menjadi penggantinya malah memutuskan untuk pergi ke kota dan akhirnya tetap George lah yang menjadi pemimpin perusahaan kecil tersebut, Disini yang perlu diketahui adalah dia memutuskan untuk mengorbankan mimpi dan impiannya sendiri untuk keluarganya dan merupakan hal yang saya rasa jarang ditemui dewasa ini.

Singkat kata setelah sekian waktu berlalu George mulai beranjak tua dan sakit-sakitan, namun dia tetap menjalankan perusahaanya yang bergerak di bidang kredit dan penyediaan rumah dengan bunga minimum untuk orang-orang sekitar daerahnya, yang mana kala itu merupakan harapan satu-satunya bagi orang-orang kelas pekerja untuk mendapatkan sebuah rumah dan kehidupan yang layak karena minimnya upah dan kebutuhan yang tinggi kala itu. George selalu menjalani hidupnya dengan lapang dada dan bahagia, dia berhasil menemukan kebahagiaan dari lingkungan sekitarnya dan bahkan orang-orang sekitarnya pun mendapat kebahagiaan darinya, namun seiring berjalannya film entah mengapa saya merasa bahwa kebahagiaan yang ditampilkan oleh George seakan-akan palsu, dia belum bahagia sepenuhnya dan saya rasa pengorbanan diri sendiri hanya akan memberikan rasa sakit dan ketidakpuasan terhadap diri, namun sekali lagi anggapan saya salah.

0845b8a59ac2cb5c95c0b4ce0eae8654

Diakhir film, diceritakan bahwa George telah ditipu dan uang yang harus ia berikan sebagai biaya pembayaran telah dihilangkan pamannya yang sebetulnya lupa menyimpan di bank. Kejadian itu bagaikan pemantik dan George seperti mengeluarkan semua beban yang ia pangku selama ini, dia marah kepada pamannya, kepada keluarganya, bahkan kepada orang-orang yang selama ini ia tolong, hingga akhirnya dia mencoba untuk bunuh diri namun percobaan itu ‘digagalkan’ oleh kedatangan seorang ‘peri’ yang menolongnya namun George tetap berharap bahwa ia tidak pernah ada di dunia ini dan tuhan pun mengabulkan permintaanya.

George pun menemukan ia dalam keadaan dimana dia tidak pernah ada di lingkungannya, semua tempat berubah, semua orang pun berubah, mereka lebih murung dan lebih susah dari sebelumnya, ketika George pergi ke bar tempat dia biasa menenangkan pikiran orang-orang tidak mengenalinya dan bahkan mengusirnya, ketika dia pergi ke tempat kerjanya tempat itu sudah hilang disulap menjadi teater oleh konglomerat yang picik, ketika George pergi ke kompleks perumahan yang dia pinjamkan uang rumah itu hanyalah hamparan pemakaman kosong. George pun menyesali harapannya dan meminta tuhan untuk mengembalikan keadannya seperti sedia kala.

Tuhan mendengar permintaan George, dia pun kembali sembari berteriak-teriak kegirangan layaknya orang yang kehilangan akal, dia berteriak ke orang yangs edang berjalan, dia berteriak kepada polisi yang sedang bertugas, meneriakan syukur dan kebahagiaan karena sudah diberikan kehidupan. George berlari menuju rumahnya dan dia langsung memeluk anak-anak yang dia marahi sebelumnya, dia menciumi mereka sembari meminta maaf atas kelakuannya sebelumnya.

hoooray
Di akhir film, polisi datang ke rumah George untuk menjemputnya karena kasus uang yang hilang, George pun pasrah namun dia seperti bahagia dan bahkan meminta polisi untuk menangkapnya secara sukarela, namun istri George datang membawa kabar gembira, dia telah menggalang dana dan semua orang di tempat tinggal George secara sukarela menyumbang uang untuk membantu masalah yang sedang George hadapi, ada orang yang ia tolong saat sedang sakit, orang yang dulu ia urus saat kehilangan anaknya, bahkan saudara George yang sudah jadi perwira tinggi pulang saat mendengar George sedang kesusahan. Film ini pun berakhir bahagia dengan segala kebaikan yang George berikan kembali padanya dengan cara yang tidak dapat dijelaskan secara akal.

Film ini adalah sebuah do’a dan pengharapan bagi orang-orang yang merasa bahwa pengorbanannya sia-sia dan keikhlasan mereka tidak akan terbalaskan, dari film ini saya belajar bahwa hidup bisa menjadi indah dengan relasi yang baik antar sesama dan dengan menjalani sesuatu dengan ikhlas, karena pada akhirnya layaknya kehidupan yang dijalani George, semua akan terbalaskan dengan caranya masing-masing, dan semua kebaikan yang kita tanam akan berbuah kebaikan juga. Film ini mungkin bagi beberapa orang cenderung agak utopis, dimana semua hal kadang tidak berjalan seindah maupun semudah film, namun entah mengapa sentuhan humanis disana-sini terasa lebih dekat bagi saya ketimbang film-film dengan genre serupa lainnya.

Jika saya boleh mengutip dari film, “Tidak ada seorang pun yang gagal, jika ia memiliki teman” semoga semua pembaca budiman yang sudi meluangkan waktu untuk membaca coretan saya diberkahi dengan teman yang baik, yang tidak hanya membantu mereka tumbuh tapi tumbuh bersama anda sekalian juga. Sampai Jumpa

-Mahasiswa yang diberkahi dengan teman-teman hebat dan tumbuh bersamanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s