Susah Ngomong Sama Orang Susah

Adalah sebuah oksimoron ketika gue bilang hal yang jadi judul ini ke orang-orang terdekat gue, kenapa ? karena gue pun masuk kedalam orang-orang susah yang susah buat diajak ngomong.

Dalem kehidupan dewasa ini di salah satu kampus yang ada di Bandung, gue cenderung bertemu dengan orang-orang laknat yang cenderung memaksakan kehendaknya dan cenderung ngerasa dia paling bener diantara kita semua makhluk fana, padahal layaknya sebuah dialektika kebenaran yang dilogikakan oleh akal selalu akan memiliki sisi kebenaran dan kesalahan, ya namanya juga manusia. Orang-orang yang seringkali ngerasa bahwa dia paling bener, sering gue definisikan sebagai bayi gede, karena layaknya bayi mereka membutuhkan perhatian lebih secara terus menerus dan harus selalu dipenuhi kebutuhannya tanpa memikirkan pihak yang membantu mereka.

Pertemuan gue dengan manusia-manusia laknat  yang cenderung memaksakan kehendaknya dan ngerasa paling bener ini biasanya gue jelaskan dalam satu kalimat yang singkat dan padat, “Susah Ngomong Sama Orang Susah”, bukan terjemahan orang susah secara harfiah, namun secara tersirat guna menyeimbangkan padanan katanya saja.

Layaknya air yang ketemu batu, kamu dan aku takan pernah bersatu (quotable nih). Walaupun pada kenyataanya air menetes lama-lama bisa menembus batu, dan air kalo digabung sama batu jadi enak (Baca: Es Batu). Orang-orang yang batu bukanlah jenis manusia yang bisa diajak enak-enak kompromi, seringkali jika tidak dibarengi iman dan taqwa (Botak disewa) kita tidak dapat melancarkan sebuah argumen yang valid kepada makhluk-makhluk berhati batu, dan pada akhirnya kita orang-orang yang lebih gila waras akan berakhir menerima argumen dia, dan memaklumi mereka karena kita memang berhati besar atau terlalu malas buat ngomong sama orang susah itu, kebanyakan yang kedua sih.

Pernah suatu kali di JatiNew York nun jauh di mata dekat di hati, gue mendapat musibah berkah untuk bertemu dengan makhluk spesies Batunicus ini, dengan membawa serangkaian keinginan dan harapan yang dibalut public speaking (itulah humas). Dia berhasil meyakinkan semua orang kecuali gue karena bukan orang untuk mengikuti caranya dalam membuat sebuah event, semua orang pada dasarnya mager untuk ngikutin apa yang dimau Batunicus, tapi apa daya mereka cuma bisa nerima-nerima aja karena urusannya bisa panjang kalo ngelawan Batunicus itu, gue pun termasuk orang yang nerima-nerima aja walau dalem hati jengkol jengkel setidaknya hari itu gue selamat dari omongan sia-sia karena ngomong sama orang susah.

Memang studi tentang orang-orang berkepala batu ini minim sekali kita temukan, bahkan di Gugel sekalipun, namun gue percaya kelak pertempuran ini akan berakhir, dan orang-orang berhati batu akan hancur(kok jadi serius ??) layaknya nilai IPK kamu ketika bertemu dosen-dosen yang kepalanya mirip batu, yaitu sama sama hancur.

-Mahasiswa yang susah ngomong sama orang susah….. apalagi yang cakep

Advertisements

3 thoughts on “Susah Ngomong Sama Orang Susah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s