Diary Mas Ganteng

Coretan kali ini terinspirasi dari cerita gue yang (katanya) paling fenomenal dan ngehits yang nyeritain empat makhluk jomblo yang sering main bareng. Tapi cerita ini bukan tentang empat orang homo tadi, melainkan cuma cerita tentang makhluk tuhan yang paling sexy, tidak lain tidak bukan Mas Ganteng lah orangnya.

Mas Ganteng adalah tipe cowok alphamale yang mana dimanapun dia berada pasti dia akan menjadi pusat dari perhatian dan semua mata di dunia akan tertuju padanya. Setidaknya mungkin itu yang dia pikirkan, Mas Ganteng lahir dengan komposisi kegantengan dan kesexy-an abnormal yang ditemukan di cowo, mungkin kala itu tuhan lagi iseng dan pengen bikin mahakarya makhluk yang tujuannya adalah untuk menguji iman para gadis yang melihatnya…

Mungkin dia juga ujian dalam hal lainnya juga.

Anyway untuk coretan gue kali ini, gue bakal nyoba sebisa mungkin untuk melihat dunia dari perspektif dirinya, dengan sedikit sentuhan sana-sini yang tentunya jadi menarik untuk dibahas secara tajam, setajam Silet.. Oke.Skip.

Kita mulai aja ceritanya.. *Ahem*

Matahari pagi menyambutku dengan cahaya kasihnya lagi, aku pun terbangun dan mematikan alarm handphone yang sebetulnya telah kusetting untuk menyala berjam-jam yang lalu, kuambil wafer dan makanan manis dalam toples yang memang sengaja kusiapkan untuk pengganjal perut sebelum kuliah, akupun mengunyah wafer dengan perlahan karena memang tubuhku sensitif terhadap rangsangan dan cuaca dapat dengan mudah membuatku sakit, walaupun kebanyakan waktu wafer itu dihabiskan oleh temanku, beruntung hari ini dia tidak ada jadi makanannya masih bersisa.

Aku pun berjalan mengambil baju dan persiapan untuk mandi menyongsong hari itu, sembari membuka lemari aku melihat kaca dan agak memicingkan mata karena kacamata belum kupakai dan didepanku terlihat samar-samar wajahku, “Gila gue ganteng banget” begitu kataku dalam hati seraya mengambil langkah menuju kamar mandi.

Produk-produk yang kupakai untuk ritual mandi pun serasa berseri, mungkin lima sepuluh tahun dari sekarang produsen alat-alat mandi ini akan bersyukur alatnya pernah gue pake. Engga. Mereka pasti ngerasa bersyukur kalo mahkluk setampan gue make produk mereka, “gila gue bisa dapet duit gampang kalo udah terkenal nanti” pikir gue dalem hati sambil jongkok dan ngambil air untuk nyiram closet.

Gue keluar sambil menggosok-gosokan handuk ke rambut, pintu gue dobrak dan gue berjalan layaknya pemilik tempat ini, emang tempat ini milik gue sih, nanti kalo mau pindah pasti si pemilik kostan mohon-mohon biar gue tetep mau tinggal juga, secara gue orang tampan yang engga sembarang orang bisa jadiin penghuni kostan. Gue berjalan dengan percaya diri dan melihat ke cermin sambil membawa pakaian dan seketika itu gue melihat tubuh gue didepan cermin lagi. Sambil berpose sedikit layaknya oppa-oppa Korea gue mengatur rambut gue dengan pomade andalan gue sambil berkata dalam hati “Cewe-cewe pasti bakal klepek-klepek liat gue hari ini” Sembari tersenyum kecil gue mengambil tas dan bersiap untuk kekampus.
.
.
.
.
.

Kayanya cukup nih, diary mas ganteng buat edisi pertama, gue tak sanggup untuk membayangkan lebih lanjut, karena memang dia terlalu sempurna untuk gue deskripsikan.

-Mahasiswa… eh engga deng, Temennya makhluk tuhan paling Sexy.

Advertisements

2 thoughts on “Diary Mas Ganteng

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s