Waktu Adalah Kamu

Waktu adalah uang, uang adalah raja, raja adalah singa, singa adalah sangu, sangu adalah kenyang, kenyang adalah cinta, cinta adalah kamu. Cocokologi yang sangat tidak cocok bukan ? sama layaknya gue dengan stereotipe gercep.

Sebagai orang-orang yang diberkahi dengan kesuburan (Baca: Gembrot), gue banyak dianggap sebagai orang yang pemalas, dan ini memang sebuah fakta kebohongan belaka.

Gue banyak berolahraga, setidaknya berjalan-jalan, entah itu di Facebook atau di web lainnya. Engga. Serius. Gue seringkali menempuh usaha yang ekstra ketika ada meeting atau rapat-rapat (yang engga terlalu rapat ?) dengan cara berjalan kaki, kegiatan jalan kaki itu menjadi lebih intens apalagi kalo diakhir bulan. Alasannya klasik karena bokek  ingin sehat.

Setiap kali gue berjalan kaki, gue selalu mencoba untuk berjalan lebih cepat dari orang yang berjalan didepan gue, kebanyakan ngerasa risih dan aneh sih ketika gue berjalan buru-buru mencoba untuk mengejar mereka, tapi kadang ada beberapa yang ga kalah kompetitif dan malah jadi balapan bareng gue mungkin ini yang namanya jodoh.

Namun diantara nikmatnya rutinitas memompa adrenalin (Baca: Jalan kaki) ada satu hal yang gue benci dari olahraga ini, yaitu ketika elu lagi enak-enaknya jalan dan tetiba ada dua orang didepan lu yang lagi ngobrol dan saat itu kalian sedang ada di gang. Disitulah segala umpatan, iri dengki akan kalian pikirkan dalam pikiran namun gabisa dikeluarin, apalagi kalo dua orang itu pacaran, kelar deh idup lu.

Bukan.. bukan karena gue jomblo dan gue ngiri, tapi karena kegiatan mereka gue rasa sangat mengganggu kehidupan alam semesta ini, mereka menyalahi garis kodrat yang sudah diguratkan ilahi, apalagi garis innalillahi (Ga nyambung bodo amat). Kegiatan berbincang-bincang dua alay  sejoli tadi bisa menimbulkan kecemburuan sosial sama orang-orang seperti gue, hal inilah mungkin salah satu faktor utama jurang pemisah kesenjangan sosial Indonesia yang semakin melebar layaknya aku dan kamu (So imut setan).

Engga. Serius. Kegiatan ngobrol sambil jalan ditempat sempit sangat-sangat merugikan orang lain, apalagi di zaman millenials ini dimana semua makin canggih kecuali elu. bayangkan jika diakumulasikan dalam sehari, berapa juta jam (sehari berapa juta jam ??) waktu yang akan dihemat dari kegiatan ngobrol ditempat selain pas jalan ini, dengan upaya tersebut mungkin pemanasan global dapat dicegah dan fenomena mama minta pulsa pas lagi dipenjara dan pake HP pak polisi (Ajaib euy) bisa kita antisisapi antisipasi.

Gila ya ide gue, free jiplak nih barangkali ada yang minat ikutan PKM atau lomba-lomba kreatif mahasiswa (yang engga kreatif-kreatif amat karena kreatif itu milik-Nya semata)

-Mahasiswa dengan sejuta ide gila, yang walaupun ga ngide tetep aja disebut gila (emang dari pabriknya)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s